Perluas Peran Penyuluh Agama, Kemenag Bangka Tengah Siapkan Pendampingan Spiritual bagi Pasien Rumah Sakit

Kemenag Bangka Tengah memperluas peran penyuluh agama melalui program konseling spiritual bagi pasien RSUD Abu Hanifah. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan pendampingan keagamaan untuk memberikan penguatan batin dan ketenangan bagi pasien serta keluarga selama proses pengobatan.

Penandatangan MoU kerja sama program konseling spiritual di ruang Direktur RSUD Abu Hanifah

Koba (Humas Kemenag) – Peran penyuluh agama Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah akan diperluas hingga ke lingkungan rumah sakit melalui program konseling spiritual bagi pasien RSUD Abu Hanifah. Inisiatif ini menjadi upaya menghadirkan pendampingan keagamaan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penguatan batin, ketenangan jiwa, dan dukungan spiritual selama menjalani pengobatan.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Kemenag Bangka Tengah bersama RSUD Abu Hanifah yang diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di ruang Direktur RSUD Abu Hanifah, Selasa (3/11/2026). Kerja sama ini membuka ruang bagi penyuluh agama untuk mengambil peran dalam mendampingi pasien, sekaligus memberikan penguatan spiritual kepada keluarga yang menemani proses perawatan.

Kepala Kantor Kemenag Bangka Tengah, Jamaludin, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Odi Sanjaya, menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap realisasi program. Jamaludin menegaskan bahwa Kemenag akan membentuk tim khusus yang ditugaskan untuk berkontribusi aktif dalam pelaksanaan konseling spiritual di rumah sakit.

"Kami menyambut baik program ini dan tentu memberikan dukungan penuh. Kemenag akan membentuk tim khusus yang nantinya ditugaskan untuk berkontribusi secara maksimal dalam pelaksanaan konseling spiritual bagi pasien," ujar Jamaludin.

Menurutnya, keterlibatan penyuluh agama diharapkan menjadi wujud nyata kehadiran Kemenag dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pendampingan ini tidak hanya berorientasi pada pembinaan keagamaan, tetapi juga memberikan dukungan batin agar pasien dapat menghadapi kondisi kesehatannya dengan lebih tenang dan kuat.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Odi Sanjaya, menekankan pentingnya kesiapan teknis sebelum program diterapkan. Ia meminta agar pihak rumah sakit menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) atau panduan pelaksanaan sebagai acuan bagi para penyuluh agama sebelum diterjunkan ke lapangan.

"Kami berharap ada SOP atau panduan yang dapat menjadi acuan bagi para penyuluh agama dalam melaksanakan pembinaan dan bimbingan spiritual. Dengan begitu, sebelum diterjunkan ke lapangan, para penyuluh sudah memiliki pemahaman yang jelas mengenai mekanisme dan teknis pelaksanaannya," ungkap Odi.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Direktur RSUD Abu Hanifah, Dianing. Ia berharap kerja sama tersebut segera diwujudkan dalam pelayanan nyata dan tidak berhenti sebatas penandatanganan kesepakatan.

"Harapan kami, kegiatan ini benar-benar berjalan, bukan hanya sekadar tanda tangan di atas kertas. Kalau bisa, bulan ini sudah mulai dilaksanakan. Setelah berjalan, kita bisa melihat kendala yang muncul dan segera melakukan evaluasi agar program ini semakin baik," harap Dianing.

Dalam rencana pelaksanaannya, setiap tim akan melibatkan dua orang penyuluh agama dengan jadwal pendampingan setiap dua minggu sekali. Pola pelaksanaan akan lebih diarahkan pada monitoring atau pemantauan berkala agar kegiatan berjalan efektif dan efisien.

Melalui program ini, pasien diharapkan memperoleh dukungan spiritual yang dapat membantu mengurangi kecemasan, rasa takut, dan beban psikologis selama menjalani pengobatan. Kehadiran penyuluh agama juga diharapkan memberikan penguatan bagi keluarga agar mampu mendampingi pasien dengan lebih tenang dan penuh dukungan.

Kolaborasi ini sekaligus menegaskan komitmen Kemenag Bangka Tengah untuk memperluas jangkauan pelayanan keagamaan melalui pendekatan yang lebih inklusif dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Bersama RSUD Abu Hanifah, Kemenag Bangka Tengah berkomitmen mengawal program mulai dari penyiapan tim, penyusunan panduan, pelaksanaan hingga evaluasi berkala, sehingga pendampingan spiritual tidak sekadar menjadi program kerja sama, tetapi benar-benar hadir sebagai layanan yang memberi manfaat nyata bagi pasien dan keluarga.

Kontributor : Umami

LINK TERKAIT