
Sebanyak 105 siswa Madrasah Aliyah (MA) mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026 yang resmi dimulai pada Senin (7/9/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah memantau langsung pelaksanaan OMI di lokasi
Bangka Tengah- Sebanyak 105 siswa Madrasah Aliyah (MA) mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026 yang resmi dimulai pada Senin (7/9/2026). Pelaksanaan hari pertama berlangsung di lingkungan MAN Insan Cendekia Bangka Tengah dan menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus membangun semangat berprestasi.
Kegiatan ini penting diketahui publik karena OMI tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarsiswa, tetapi juga menjadi salah satu wadah untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan memberikan pengalaman kompetisi kepada potensi-potensi unggul dari madrasah. Bagi masyarakat, khususnya orang tua dan dunia pendidikan, pelaksanaan OMI menunjukkan adanya ruang pembinaan yang mendorong siswa madrasah untuk berani berkompetisi, mengasah kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan dan tantangan akademik berikutnya.
Pada pelaksanaan hari pertama, para peserta berkompetisi dalam enam mata pelajaran, yakni Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi. Masing-masing mata pelajaran diikuti oleh Matematika sebanyak 19 peserta, Biologi 17 peserta, Fisika 18 peserta, Kimia 15 peserta, Ekonomi 20 peserta, dan Geografi 16 peserta.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah, Jamaludin, turut memantau langsung pelaksanaan OMI di lokasi. Ia melihat kegiatan berjalan tertib dan peserta mengikuti kompetisi dengan antusias.
"OMI ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita memberikan ruang kepada anak-anak madrasah untuk menunjukkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan belajar berkompetisi secara sehat," ujar Jamaludin.
"Potensi mereka perlu terus kita dukung dan kembangkan, karena dari madrasah inilah kita berharap lahir generasi yang berprestasi dan memiliki karakter,” imbuhnya.
Menurutnya, keberadaan kegiatan seperti OMI juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat kualitas pendidikan madrasah. Kompetisi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian hasil, tetapi menjadi pengalaman yang dapat membentuk sikap disiplin, jujur, sportif, dan pantang menyerah pada diri peserta didik.
Pembukaan OMI Tingkat Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026 diawali dengan kegiatan bersama yang diikuti peserta, pendamping, panitia, dan pihak madrasah. Setelah pembukaan, peserta mengikuti kompetisi sesuai mata pelajaran yang dipilih dengan memanfaatkan fasilitas komputer yang tersedia di madrasah.
Pelaksanaan berbasis komputer tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengikuti kompetisi dalam suasana yang terstruktur dan tertib. Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan pembukaan hingga pelaksanaan kompetisi di ruang ujian.
OMI Tingkat Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026 selanjutnya akan dilaksanakan untuk jenjang lainnya. Pada Selasa, 8 September 2026, kompetisi diperuntukkan bagi jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan mata pelajaran Matematika, IPA, dan IPS. Sementara pada Rabu, 9 September 2026, OMI akan dilaksanakan untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan mata pelajaran Matematika dan IPAS.
Secara keseluruhan, OMI Tingkat Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026 diikuti oleh 170 siswa, yang terdiri atas 105 siswa jenjang MA, 45 siswa jenjang MTs, dan 20 siswa jenjang MI.
Melalui pelaksanaan OMI, diharapkan semakin banyak potensi peserta didik madrasah yang dapat teridentifikasi dan memperoleh kesempatan untuk berkembang. Bagi para siswa, kompetisi ini menjadi ruang untuk menguji kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman berharga. Sementara bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa madrasah terus membuka ruang pembinaan dan pengembangan prestasi peserta didik secara berkelanjutan.
Pelaksanaan hari pertama OMI Tingkat Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar, dengan peserta mengikuti seluruh rangkaian kompetisi secara antusias dan menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, kedisiplinan, serta semangat untuk berprestasi.