
Penyerahan santunan dalam kegiatan lebaran yatim dan disabilitas di aula PLHUT
Penyerahan santunan dalam kegiatan lebaran yatim dan disabilitas di aula PLHUT
Bangka Tengah- Lebaran Yatim dan Disabilitas 1448 H menjadi momentum untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas. Mereka bukan sekadar kelompok yang membutuhkan bantuan, melainkan individu yang memiliki potensi, suara, dan kemampuan untuk menjadi bagian dari solusi serta kekuatan bangsa apabila diberikan ruang, kesempatan, dan dukungan yang setara.
Pesan tersebut menjadi semangat utama dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Disabilitas 1448 H yang diselenggarakan Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah di Aula Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah (PLHUT), Kamis (25/6). Mengusung tema Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri dengan tagline Menebar Maslahat, Menguatkan Umat, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan terhubung melalui Zoom Meeting nasional.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penyaluran bantuan sosial, tetapi juga ruang pengakuan dan penghormatan terhadap keberadaan anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai bagian penting dari masyarakat yang memiliki hak untuk didengar, dihargai, dan dilibatkan dalam pembangunan.
Sebanyak 100 anak yatim dan penyandang disabilitas dari 10 desa di Kabupaten Bangka Tengah menerima santunan masing-masing sebesar Rp250 ribu. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak sekaligus menjadi simbol hadirnya kepedulian bersama dari pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah, Jamaludin, mengatakan bahwa tema yang diangkat tahun ini membawa pesan penting tentang perlunya membangun masyarakat yang semakin inklusif, di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan mengembangkan potensinya tanpa memandang latar belakang maupun kondisi yang dimiliki.
Menurutnya, perhatian kepada anak yatim dan penyandang disabilitas tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata. Yang tidak kalah penting adalah menghadirkan ruang yang memungkinkan mereka berpartisipasi, berekspresi, dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
"Anak-anak yatim dan penyandang disabilitas bukan hanya penerima manfaat. Mereka memiliki mimpi, harapan, dan potensi yang dapat menjadi kekuatan bagi masyarakat dan bangsa. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk berkembang," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa membangun masyarakat yang inklusif membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas tidak cukup dilakukan pada momentum tertentu, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap, kebijakan, dan lingkungan yang memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh secara optimal.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Baznas Kabupaten Bangka Tengah, jajaran kepala seksi di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Bangka Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kepedulian sosial dan nilai-nilai inklusivitas.
Melalui peringatan Lebaran Yatim dan Disabilitas 1448 H, Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk tidak hanya membantu, tetapi juga membuka ruang partisipasi dan kesempatan yang lebih luas bagi anak yatim dan penyandang disabilitas. Sebab, masyarakat yang kuat bukan hanya masyarakat yang peduli kepada kelompok rentan, tetapi juga masyarakat yang mampu melihat dan mengembangkan potensi yang ada pada setiap warganya.
Kontributor: Umami