KEMENAG BANGKA TENGAH GEBER PROGRAM PESANTREN RAMADAN, SASAR ISU TERKINI DAN KOLABORASI LINTAS KUA

Rakor pembentukan panitia dan skema program pesantren ramadan 1447 H

Rakor pembentukan panitia dan skema program pesantren ramadan 1447 H

Bangka Tengah- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Papkis) menggelar rapat koordinasi pembentukan panitia program Pesantren Ramadan guna mematangkan skema pesantren ramadan agar lebih dekat dan relevan dengan anak-anak. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada Kamis (26/2/2026).

Kepala Kantor Kemenag Bangka Tengah, Jamaludin, memberikan arahan tegas agar pelaksanaan pesantren ramadan tahun ini tidak menjadi tontonan sekilas atau rutinitas tahunan. Ia menekankan pentingnya pemilihan narasumber yang kompeten dan mampu membawa perspektif baru terhadap isu-isu terkini dan lebih relevan dengan realita anak muda saat ini.

"Kita ingin program ini lebih menggigit. Jangan hanya bicara teks, tapi bicara konteks," tegas Jamaludin.

Ia menyoroti fenomena bullying atau perundungan yang masih menjadi momok di lingkungan sekolah. Menurutnya, momen Ramadan adalah waktu terbaik untuk menyisipkan pesan moral tersebut.

"Ibaratnya sekali menyelam, dua tiga pulau terlampaui. Kita bicara keberkahan Ramadan, tapi di sisi lain kita bedah isu-isu aktual seperti bullying. Sasaran kita anak sekolah, jadi bahasa dan topiknya harus nyambung dengan dunia mereka," tambahnya.

Di sisi lain, menyadari bahwa rentang perhatian anak-anak sekolah saat ini cukup pendek, Kemenag Bangka Tengah melakukan perombakan teknis yang cukup siginifkan. Kasi Papkis, Tuti Iryani menjelaskan bahwa hasil evaluasi tahun lalu menunjukkan anak-anak cenderung jenuh jika harus menonton tayangan yang terlalu lama. Oleh karena itu, tahun ini durasi video dipangkas menjadi hanya 10 hingga 15 menit saja.

"Kami ingin efektif dan efisien. Lebih baik singkat tapi pesannya masuk, daripada panjang lebar tapi mereka bosan di tengah jalan," jelas Tuti.

Dalam pelaksanaannya, Kemenag tidak bekerja sendiri melainkan melibatkan Penyuluh Agama dari setiap KUA serta Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di sekolah maupun madrasah. Tujuannya jelas agar program ini bisa menyentuh jangkauan yang lebih luas. Rencananya, konten video ini akan ditayangkan selama 7 hari untuk mengisi hari-hari libur siswa hingga menjelang Lebaran nanti. 

"Waktunya sangat mepet. Paling lambat minggu depan kita sudah harus masuk tahap produksi video agar hasilnya maksimal dan siap tayang tepat waktu," tutup Tuti.

Kontributor : Umami

Sumber : babel.kemenag.go.id


LINK TERKAIT