
Kemenag Bangka Tengah meraih penghargaan Mitra Pantehelix melalui inovasi Garansi 2 Tahun, Infak Rp1.000/Hari cegah stunting.
Kemenag Bangka Tengah meraih penghargaan Mitra Pantehelix melalui inovasi Garansi 2 Tahun, Infak Rp1.000/Hari cegah stunting.
Koba (Humas Kemenag)- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah meraih penghargaan sebagai Mitra Pantehelix dalam rangka percepatan penurunan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tahun Anggaran 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi Garansi 2 Tahun, Infak Rp1.000/Hari yang menjadi bentuk komitmen Kementerian Agama dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor.
Penghargaan diserahkan oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah, Jamaludin, pada kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Pendamping Keluarga Stunting di Yayasan Arraisyah Alhams, Kelurahan Berok, Kecamatan Koba. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, serta jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.
Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2026), Jamaludin mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh ASN Kemenag Bangka Tengah. Bagi kami, penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus memperkuat kontribusi dalam mendukung program prioritas nasional melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Jamaludin.
Ia menjelaskan, Garansi 2 Tahun, Infak Rp1.000/Hari merupakan gerakan kepedulian sosial yang telah berjalan selama satu tahun. Melalui program tersebut, seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah menyisihkan infak sebesar Rp1.000 setiap hari. Dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp1.500.000 setiap bulan dan dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan Program GENTING melalui bantuan pemenuhan gizi bagi anak-anak yang menjadi sasaran program.
Program Garansi 2 Tahun merupakan komitmen Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah dalam mendukung percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan secara berkelanjutan selama dua tahun. Dalam pelaksanaannya, keluarga penerima manfaat berganti setiap tiga bulan agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak keluarga berisiko stunting di berbagai wilayah Kabupaten Bangka Tengah. Hingga saat ini, inovasi tersebut telah memberikan manfaat kepada enam keluarga penerima, dengan bantuan berupa susu, telur, daging, buah-buahan, serta kebutuhan gizi lainnya sesuai kebutuhan masing-masing anak.
"Infak seribu rupiah mungkin terlihat sederhana jika dilakukan sendiri. Namun ketika menjadi gerakan bersama seluruh ASN, nilainya menjadi kekuatan besar untuk membantu masyarakat. Melalui inovasi ini kami ingin menumbuhkan budaya gotong royong dan menunjukkan bahwa setiap ASN dapat menjadi bagian dari solusi dalam upaya percepatan penurunan stunting," jelas Jamaludin.
Lebih lanjut, Jamaludin menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah untuk terus mengembangkan inovasi dan memperluas jangkauan manfaat program.
"Ke depan kami akan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Kemenag agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program ini. Kami berharap inovasi Garansi 2 Tahun, Infak Rp1.000/Hari dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak keluarga penerima manfaat, dan menjadi inspirasi dalam memperkuat gerakan bersama mencegah stunting di Bangka Tengah," tegasnya.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, serta seluruh unsur pantehelix dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh manfaat dari program-program kolaboratif.
Menurutnya, keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak hanya diukur dari penurunan angka prevalensi, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian sosial, meningkatnya kualitas pengasuhan, serta hadirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Melalui inovasi Garansi 2 Tahun, Infak Rp1.000/Hari, Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah menunjukkan bahwa pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan gerakan bersama yang diwujudkan melalui kolaborasi, kepedulian sosial, dan partisipasi aktif seluruh ASN. Inovasi ini diharapkan terus berkembang, menjangkau lebih banyak keluarga penerima manfaat, serta menjadi inspirasi bagi lahirnya praktik-praktik baik dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Kontributor : Umami