
Mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, Jamaludin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Santri sebagai penggerak lahirnya tindakan positif yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara.
Upacara peringatan HSN Tahun 2026 di Ponpes Najmatul Azman
Lubuk Besar (Humas Kemenag) — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 menjadi momentum bagi Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah untuk menegaskan pentingnya penguatan karakter, akhlak, dan kepedulian sosial generasi muda sebagai fondasi menyongsong Indonesia Emas 2045. Melalui pendidikan pesantren, nilai-nilai kemandirian, gotong royong, dan tanggung jawab sosial diharapkan terus tumbuh menjadi bekal generasi penerus dalam menghadapi tantangan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah, Jamaludin, dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional ke-12 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Najmatul Azman, Kecamatan Lubuk Besar, Kamis (22/10/2026).
Mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, Jamaludin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Santri sebagai penggerak lahirnya tindakan positif yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara.
“Melalui momentum Hari Santri yang ke-12 ini, mari kita isi negeri ini dengan perbuatan-perbuatan positif untuk mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas tahun 2045. Mari kita persiapkan diri kita, anak-anak kita, generasi kita untuk memiliki jiwa yang kuat untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini. Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026,” ujar Jamaludin.
Menurutnya, peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus menguatkan kembali nilai-nilai kehidupan yang tumbuh dalam lingkungan pesantren.
Ia menuturkan bahwa sejarah perjuangan dan perjalanan kehidupan santri menyimpan banyak pelajaran berharga yang tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga karakter dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam lingkungan pesantren, para santri ditempa melalui proses pendidikan yang menekankan pembentukan karakter, pendalaman akhlak, serta pematangan sikap dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kemandirian, kedisiplinan, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dari pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Penguatan nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah tantangan perkembangan zaman. Generasi muda diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga memiliki keteguhan moral, tanggung jawab, serta semangat berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Bagi masyarakat, keberadaan pesantren memiliki peran strategis sebagai ruang pendidikan yang turut membentuk generasi berakhlak dan memiliki kepekaan sosial. Pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini diharapkan mampu melahirkan generasi yang mandiri, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta siap mengambil peran positif dalam pembangunan.
Melalui momentum Hari Santri 2026, Kemenag Bangka Tengah menegaskan pentingnya terus memperkuat nilai-nilai pendidikan keagamaan dan karakter sebagai bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Najmatul Azman turut melibatkan jajaran pegawai Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah, unsur Kantor Urusan Agama (KUA), serta seluruh santri dan santriwati Pondok Pesantren Najmatul Azman.
Pelaksanaan upacara berlangsung lancar dan menjadi ruang kebersamaan antara jajaran Kementerian Agama dan komunitas pesantren dalam memperkuat semangat pengabdian serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Papkis) Kemenag Bangka Tengah, Tuti Iryani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026.
Peringatan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tahunan, tetapi menjadi pengingat bersama bahwa pembangunan bangsa membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, melainkan juga kokoh dalam akhlak, memiliki kepedulian sosial, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, nilai-nilai yang tumbuh dari pendidikan pesantren diharapkan terus menjadi kekuatan dalam membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Kontributor : Umami