
Ekoteologi Berbasis Cinta menjadi landasan untuk mewujudkan pesantren yang bersih, sehat, dan mandiri melalui perubahan perilaku santri dalam menjaga lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, dan meningkatkan kepedulian sosial
Jamaludin saat memaparkan materi penguatan ekoteologi untuk mewujudkan Pesantren Sehat
Koba (Humas Kemenag)- Ekoteologi berbasis cinta didorong menjadi landasan untuk mewujudkan pesantren yang bersih, sehat, dan mandiri di Kabupaten Bangka Tengah. Melalui pendekatan ini, kepedulian terhadap alam diterjemahkan menjadi tindakan nyata, mulai dari membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga lingkungan, hingga menumbuhkan tanggung jawab bersama demi kualitas hidup santri dan masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah, Jamaludin, menegaskan bahwa ekoteologi harus hadir dalam keseharian warga pesantren, bukan berhenti sebagai wacana keagamaan. Hal itu disampaikannya saat ditemui Tim Humas di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2026), menanggapi penguatan Pesantren Sehat melalui pendekatan ekoteologi.
“Ekoteologi berbasis cinta harus diwujudkan melalui perubahan perilaku. Santri tidak hanya diajak memahami pentingnya menjaga alam, tetapi juga membiasakan hidup bersih, menjaga kesehatan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ketika hal ini menjadi kesadaran dan tindakan sehari-hari, pesantren dapat tumbuh sebagai lingkungan pendidikan yang sehat, mandiri, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Jamaludin.
Menurutnya, lingkungan pesantren yang bersih dan sehat bukan hanya mendukung kenyamanan belajar, tetapi juga membentuk karakter santri yang peduli, disiplin, dan bertanggung jawab. Kebiasaan tersebut berpotensi dibawa santri ke lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga nilai ekoteologi dapat meluas menjadi budaya hidup sehat di luar pesantren.
Implementasi nilai tersebut dapat diperkuat melalui Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), yang berperan sebagai wadah pemberdayaan warga pesantren dalam pelayanan kesehatan dasar, edukasi kesehatan, dan kemitraan dengan Puskesmas setempat. Dengan keterlibatan aktif pengasuh, pendidik, dan santri, Poskestren dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pesantren yang lebih sehat dan tanggap terhadap kebutuhan kesehatan warganya.
Perspektif ini menguat dalam kegiatan Strategi Mewujudkan Pesantren Sehat Melalui Penguatan Ekoteologi di Kabupaten Bangka Tengah yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pondok Pesantren Nurul Falah, Air Mesu, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Jamaludin sebagai narasumber untuk memperkuat keterkaitan nilai keagamaan dengan upaya mewujudkan pesantren sehat.
Sejalan dengan Program Ekoteologi Berbasis Cinta Kementerian Agama, upaya ini menempatkan cinta kepada Allah, sesama manusia, dan alam sebagai nilai yang perlu diwujudkan melalui tindakan konkret. Di lingkungan pesantren, semangat tersebut dapat diterapkan melalui pemeliharaan kebersihan, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, pembiasaan perilaku hidup sehat, serta kepedulian terhadap sesama.
Ke depan, Kemenag Kabupaten Bangka Tengah mendorong penguatan ekoteologi menjadi bagian dari budaya pesantren yang berkelanjutan. Sinergi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, pengelola pesantren, dan masyarakat perlu diperkuat agar edukasi tidak berhenti pada kegiatan, tetapi berlanjut menjadi praktik nyata yang dirasakan manfaatnya.
“Kemenag Bangka Tengah berkomitmen mendorong nilai ekoteologi berbasis cinta menjadi bagian dari pembinaan kehidupan beragama di pesantren. Kami ingin santri tumbuh dengan kesadaran bahwa merawat alam, menjaga kesehatan, dan peduli terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif warga pesantren, kita berharap lahir lingkungan pendidikan yang sehat sekaligus generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkas Jamaludin.
Penguatan ekoteologi berbasis cinta diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk membangun pesantren yang tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga teladan dalam menjaga lingkungan, menerapkan perilaku hidup sehat, dan menumbuhkan kepedulian sosial di Bangka Tengah.
Kontributor : Umami