TRANSFORMASI DIGITAL MADRASAH, KEMENAG BANGKA TENGAH SUKSES GELAR BIMTEK IMPLEMENTASI KBC MELALUI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

Foto bersama setelah sukses menggelar kegiatan Bimtek Implementasi KBC di Madrasah

Foto bersama setelah sukses menggelar kegiatan Bimtek Implementasi KBC di Madrasah

Lubuk Besar- Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM). Kegiatan yang digelar di Ponpes Darurrohmah Lubuk Besar kemarin bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan pelatihan KBC yang secara masif membedah tuntas kaitan erat antara spiritualitas dengan efisiensi teknologi di ruang kelas yang memadukan penggunaan teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) untuk menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM). 

Dalam rilis yang diterima hari ini, Pengawas MA Kemenag Bangka Tengah, Hj. Desi Wahyuni, M.Pd., selaku pemateri menjelaskan bahwa penggunaan AI bukan sekadar mengikuti tren, melainkan solusi efisiensi.

"Kita ingin mempermudah guru. Dengan bantuan AI, penyiapan perangkat pembelajaran menjadi sangat efisien. Selain itu, ini adalah langkah nyata kita untuk menghemat ATK," ujar Desi dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

"AI bisa menjadi jembatan untuk mempermudah kita dalam memperkuat nilai-nilai cinta ilahi dalam pembelajaran yang interaktif, terutama bagi anak-anak di era saat ini, jadi bukan hanya soal administrasi," imbuhnya.

Disisi lain, H. Sawiran, M.Pd.I. selaku pengawas MTs menekankan sisi spiritualitas kurikulum ini.

"Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ini mengajak kita untuk memahami bahwa diri kita adalah tajalli atau manifestasi cinta Allah, murid akan tumbuh dengan rasa syukur dan percaya diri yang kuat. Mereka tidak hanya belajar menjadi pintar, tetapi belajar menjadi manusia yang mengenal penciptanya melalui pengenalan potensi dirinya sendiri," ujarnya.

Puncak antusiasme peserta terlihat saat memasuki sesi praktik pembuatan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Penggunaan AI ini dirancang untuk mempermudah guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran secara kilat namun tetap berkualitas.

Selain efisiensi waktu, inovasi ini juga merupakan langkah konkret gerakan ramah lingkungan di lingkungan madrasah. Dengan sistem berbasis digital, penggunaan Alat Tulis Kantor (ATK) dapat ditekan secara signifikan karena tidak lagi bergantung pada penggunaan kertas (paperless).

Kegiatan yang dipandu oleh Hj. Samsidar, S.Pd.I. selaku moderator berjalan lancar dengan diskusi interaktif. Para peserta aktif bertanya mengenai integrasi nilai-nilai akhlak dalam algoritma pembelajaran AI, serta bagaimana cara memastikan setiap anak merasa dicintai dalam proses belajar yang mendalam.

Dengan berakhirnya bimtek ini, Madrasah di Bangka Tengah diharapkan mampu mencetak generasi muda yang unggul secara akademik dan berakhlak mulia. Selain itu, penerapan KBC di madrasah bukan lagi sekedar konsep belaka melainkan kurikulum yang terukur dan efisien secara teknis selaras dengan tranformasi digital masa kini. (umm)

LINK TERKAIT