TINGKATKAN AKURASI DATA, SEKSI PAPKIS KEMENAG BANGKA TENGAH IKUTI BIMTEK PEMUTAKHIRAN DATA PONPES RAMAH ANAK

Operator EMIS Kemenag Bateng ikuti Zoom Meeting Bimtek Pemutakhiran Data

Operator EMIS Kemenag Bateng ikuti Zoom Meeting Bimtek Pemutakhiran Data

Bangka Tengah- Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) berkomitmen memperkuat akurasi data pendidikan Islam. Salah satu langkahnya adalah dengan berpartisipasi aktif dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data 512 Pondok Pesantren Ramah Anak secara virtual, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan yang digelar melalui Zoom Meeting ini merupakan upaya strategis Kementerian Agama RI untuk mengintegrasikan data pesantren ramah anak ke dalam aplikasi Education Management Information System (EMIS). Di wilayah Kabupaten Bangka Tengah sendiri, kegiatan ini diikuti langsung oleh operator EMIS Kemenag Bangka Tengah dan perwakilan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muhajirin, Koba, Bangka Tengah.

Dalam bimtek tersebut, Operator EMIS Pusat memaparkan mekanisme penginputan data yang lebih terintegrasi. EMIS sendiri diposisikan sebagai Dapodik versi Kementerian Agama yang menjadi sumber rujukan utama kebijakan. Tanpa data yang sinkron, pemantauan terhadap kondisi santri dan fasilitas pesantren sulit dilakukan secara maksimal.

Rijaya, selaku Operator EMIS Kemenag Bangka Tengah, menjelaskan bahwa partisipasi aktif ini adalah bentuk tanggung jawab untuk memastikan Bangka Tengah tidak tertinggal dalam transformasi digital. Ia juga menegaskan pentingnya akurasi data dalam sistem ini. Menurutnya, validitas data sangat berpengaruh pada proses monitoring dan evaluasi di masa mendatang.

"kita ingin mendukung data yang akurat dan terintegrasi, dengan sistem yang termonitor dengan baik, kita punya data dan bahan yang bisa kita gunakan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan layanan pesantren, khususnya di bangka tengah," ujar Rijaya.

Tak hanya soal teknis input data, Kemenag Bangka Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas lembaga pendidikan Islam di wilayahnya. Ke depannya, diharapkan jumlah pesantren yang berpredikat Ramah Anak di Bangka Tengah terus meningkat. Kehadiran Ponpes Al-Muhajirin dalam bimtek tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi pesantren-pesantren lain.

"Semoga ini menjadi motivasi bagi ponpes lain di Bangka Tengah untuk segera menyusul menjadi pesantren ramah anak," tandasnya.

Melalui integrasi EMIS yang maksimal, Kemenag Bangka Tengah menargetkan seluruh ponpes yang terdaftar sebagai Ponpes Ramah Anak dapat terpantau secara real-time. Hal ini menjadi jaminan bagi masyarakat bahwa pesantren tetap menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi unggul yang berakhlakul karimah.





LINK TERKAIT