
Kua Kecamatan Koba sukses laksanakan kegiatan Bimwin perdana
Kua Kecamatan Koba sukses laksanakan kegiatan Bimwin perdana
Koba- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Koba resmi memulai program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) perdana di tahun ini. Kegiatan yang diikuti oleh delapan pasangan calon pengantin (catin) tersebut ditutup dengan simulasi prosesi akad nikah sebagai bentuk kesiapan mental dan teknis bagi para peserta, Kamis (15/1/2026).
Kepala KUA Koba, Endri Susyono, M.Pd.I, menyatakan bahwa Bimwin merupakan program unggulan yang menjadi garda terdepan KUA dalam memberikan edukasi pranikah. Menurutnya, bimbingan ini adalah instrumen krusial untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika kehidupan pernikahan.
"Bimwin adalah bentuk kehadiran negara melalui KUA di tengah masyarakat. Kami tidak ingin kegiatan ini hanya dianggap sebagai formalitas atau kewajiban administratif belaka. Para catin harus benar-benar menyerap ilmu yang diberikan sebagai bekal mitigasi konflik di masa depan," ujar Endri saat memberikan keterangan kepada tim humas.
Dalam hal ini, KUA Kecamatan Koba menggandeng berbagai lintas sektor untuk memberikan pembekalan yang seimbang. Materi pertama disampaikan oleh Bidan Karnita dari Puskesmas Koba yang memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi sebagai kunci dalam merencanakan keturunan yang sehat. Materi kedua, dipaparkan oleh Tim Penyuluh Agama Islam KUA Koba dan Bapak Agus Sugiono membekali peserta dengan seni membangun keluarga sakinah serta penguatan nilai-nilai Islami dalam menghadapi badai rumah tangga.
Kegiatan diakhiri dengan sesi simulasi akad nikah yang dipandu oleh Bapak Zumri. Dalam sesi ini, para calon pengantin laki-laki diberikan edukasi mengenai tata cara dan tata krama saat mengucapkan kalimat ijab kabul agar berjalan lancar dan khidmat.
Endri Susyono menambahkan, pembekalan ini diharapkan mampu meminimalisir potensi permasalahan rumah tangga yang sering muncul akibat kurangnya edukasi. Dengan adanya Bimwin, KUA Kecamatan Koba menargetkan terciptanya keluarga yang lebih siap secara fisik, mental, maupun materiil.
"Kami ingin para pasangan ini memiliki bekal yang cukup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Ilmu yang didapat di sini adalah investasi untuk ketahanan keluarga mereka ke depan," pungkasnya.
Program Bimwin ini diharapkan menjadi standar bagi setiap pasangan di Kecamatan Koba untuk memulai kehidupan baru dengan fondasi yang kokoh, bukan hanya modal cinta, tapi juga modal ilmu. (umm)