
Kepala KUA Pangkalanbaru pimpin Akad Nikah dengan penuh khidmat
Kepala KUA Pangkalanbaru pimpin Akad Nikah dengan penuh khidmat
Pangkalanbaru- Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkalanbaru memberikan pemandangan berbeda pagi ini. Bukan sekedar hiruk-pikuk pelayanan administrasi biasa, melainkan ada prosesi akad nikah yang terasa begitu personal dan menyentuh hati. KUA Pangkalanbaru yang biasanya menjadi ruang konsultasi layanan keagamaan berubah menjadi panggung sakral bagi sepasang kekasih, Dion dan Irma untuk saling mengikat janji, Rabu (21/1/2026)
Suasana yang tadinya penuh ketegangan perlahan mencair saat Kepala KUA Pangkalan Baru, Ahyarudin, membuka prosesi dengan senyum hangat. Dimulai dengan lantunan Basmalah yang tenang, Ahyarudin tidak langsung masuk ke inti akad tetapi Ia meluangkan waktu sejenak untuk memberikan suntikan semangat kepada kedua calon pengantin (catin). Baginya, tugas KUA bukan hanya mencatat pernikahan, tapi memastikan pasangan ini punya bekal mental yang cukup.
Dalam khutbah nikahnya, Ahyarudin menekankan bahwa pernikahan adalah ibadah terlama yang harus dijaga dengan pondasi keimanan. Ia memberikan nasihat mendalam mengenai tanggung jawab seorang suami sebagai nakhoda dalam keluarga. Sebuah nasihat ringan namun mengena, seolah menjadi sosok ayah yang sedang melepas anaknya sebelum mengarungi bahtera rumah tangga.
"Menikah bukan hanya soal tinggal satu atap. Sebagai imam dalam rumah tangga, tugas utama suami adalah menuntun istri dan anak-anak kelak ke jalan yang diridhoi Allah SWT. Caranya adalah dengan teguh menunaikan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya," ujar Ahyarudin.
Ia menambahkan bahwa kunci keharmonisan adalah komunikasi yang baik dan kesabaran dalam menghadapi setiap dinamika kehidupan.
Kehadiran wali nikah, dua saksi yang sah, serta keluarga besar dari kedua belah pihak menambah kekhusyukan suasana. Meski dilaksanakan secara sederhana di kantor KUA, pancaran kebahagiaan dari wajah Dion dan Irma tetap terasa begitu hangat.
Ada tawa kecil dan tangis haru yang pecah saat doa keberkahan dipanjatkan. Ahyarudin pun menutup pesannya dengan doa yang tulus, berharap agar Dion dan Irma bisa membangun keluarga yang tidak hanya bahagia di dunia, tapi juga penuh rahmat (Sakinah, Mawaddah, Warahmah).
Kegiatan ditutup dengan pemberian Buku Nikah secara simbolis dan foto bersama keluarga, menandai resminya Dion dan Irma sebagai pasangan suami istri yang sah di mata agama dan negara. (elkha/umm)