
Kerja sama Kemenag dan Kejari Bangka Tengah
Kemenag Bateng jalin kerjasama dengan Kejari Bateng
Bangka Tengah- Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang lebih berdampak dan solutif serta upaya dalam menghadirkan kehadiran negara di tengah masyarakat, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Tengah, Jamaludin, melakukan kunjungan kerja ke ruang kerja Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Tengah, Selasa (10/02/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus merumuskan langkah konkret sinergitas lintas sektoral antara Kemenag dan Kejari Bangka Tengah dalam mengatasi masalah krusial di Wilayah Kabupaten Bangka Tengah.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan kerjasama yang dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Sinergi ini mencakup tiga program unggulan yang menjadi kelanjutan dari program tahun sebelumnya, namun dengan komitmen target jangkauan dan sasaran yang lebih luas.
Pertama, program Nikah Same-same, kerjasama dalam pelaksanaan pelayanan pernikahan untuk memastikan administrasi serta legalitas pernikahan masyarakat terpenuhi sesuai aturan. Kedua, penurunan angka stunting melalui program Garansi 2 Tahun, Kemenag dan Kejari bersinergi menggerakkan kampanye sosial melalui Gerakan Infak Rp1.000 per hari. Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting. Ketiga, percepatan sertifikasi wakaf, bersama dengan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), langkah ini diambil untuk mengamankan aset-aset keagamaan melalui sertifikasi hukum yang jelas dan cepat.
"Kami datang dengan semangat kolaborasi. Program-program ini kami rancang agar dampaknya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," jelas Jamaludin.
Lebih lanjut, Jamaludin menegaskan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan jangkauan program yang jauh lebih masif. Ia menaruh harapan besar bahwa program kerja sama ini akan memberikan dampak besar bagi pembangunan di Bangka Tengah.
"Ini adalah program berkelanjutan. Kami optimis, dengan evaluasi dan perbaikan dari tahun lalu, target yang ingin dicapai tahun ini akan melampaui batas yang diinginkan, kuncinya ada di kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama," tambah Jamaludin.
"Seperti pengentasan stunting misalnya, itu masalah yang harus menjadi tanggung jawab semua pihak, bukan satu lembaga," pungkasnya.
Sejalan dengan komitmen pemerintah dalam percepatan pembangunan manusia dan kepastian hukum aset negara/umat. Kolaborasi antara Kemenag dan Kejari Bangka Tengah menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor di daerah mampu menjadi akselator kesejateraan umat. Sinergi ini juga diharapkan menjadi role model kolaborasi instansi yang efektif. (umm)