LEWAT FILOSOFI POHON RAJAB, PENYULUH AGAMA ISLAM KUA KOBA TANAMKAN KARAKTER ISLAMI BAGI RATUSAN SISWA SDN 9 KOBA

Peringati Isra Mi'raj Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Koba kenalkan keistimewaan bulan rajab kepada anak-anak

Peringati Isra Mi'raj Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Koba kenalkan keistimewaan bulan rajab kepada anak-anak

Koba- Tim Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Koba menggelar kegiatan edukasi religi dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di SD Negeri 9 Koba. Kegiatan ini mengusung metode edukasi kreatif untuk mengenalkan keutamaan bulan Rajab dan esensi ibadah sholat kepada anak-anak.

Kegiatan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini diikuti oleh sedikitnya 115 siswa, beserta jajaran staf dan guru, Kamis (15/1/2026).

Menyadari karakteristik audiens anak-anak yang mudah teralih fokusnya, tim penyuluh yang dipimpin oleh Nadia Saphira bersama rekan penyuluh lainnya menerapkan metode penyampaian materi secara interaktif dan penuh semangat.

Alih-alih hanya berceramah searah, tim penyuluh mengajak para siswa berimajinasi melalui ilustrasi Pohon Amal. Anak-anak diajak menggambar pohon di mana bulan Rajab diletakkan sebagai akar sebagai simbol fondasi utama.

"Jika kita ingin memanen buah yang manis di bulan Ramadan atau saat Idul Fitri nanti, kita harus mulai menanam benihnya sekarang di bulan Rajab. Benihnya adalah belajar puasa, belajar membaca Al-Qur'an, dan bersedekah," ujar Nadia di hadapan para siswa.

Penyuluh juga mendorong siswa untuk mulai melakukan latihan puasa ringan, seperti puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh.

"Bagi yang belum baligh, tidak perlu dipaksa sampai Maghrib. Yang terpenting adalah proses latihan menanam benih itu sendiri sesuai kemampuan mereka," tambahnya.

Selain itu, tim Penyuluh Agama Islam juga memberikan kisah yang identik dengan bulan Rajab mengenai perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha tentang proses turunnya perintah sholat lima waktu yang disebut sebagai hadiah spesial dari Allah SWT.

Pesan moral yang ditekankan kepada siswa adalah urgensi memperbaiki kualitas ibadah.

"Sholat adalah hadiah yang dijemput langsung oleh Rasulullah ke langit ke-7. Karena ini hadiah istimewa, maka perlakuannya juga harus istimewa. Bulan Rajab adalah momentum tepat untuk menambal sholat yang masih bolong dan belajar tepat waktu," tegas tim penyuluh dalam pesan moralnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam KUA Koba. Nadia menjelaskan bahwa menyasar anak-anak usia dini adalah langkah strategis untuk membangun modal spiritual di masa depan. 

"Kami ingin memastikan anak-anak memiliki pemahaman agama yang benar sejak dini. Ilmu yang mereka dapatkan hari ini diharapkan menjadi pedoman hidup (way of life) saat mereka tumbuh dewasa dan terjun ke masyarakat kelak," tutup Nadia.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Koba berharap sinergi antara penyuluh agama dan instansi pendidikan formal terus terjalin erat demi menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia dan taat beribadah. (umm)

LINK TERKAIT