LESTARIKAN TRADISI NUJUH HARI, KEPALA KUA SIMPANGKATIS TEGASKAN KOMITMEN HADIR DI TENGAH UMAT

Jajaran KUA Kecamatan Simpangkatis hadiri kegiatan nujuh hari di desa pinang sebatang

Jajaran KUA Kecamatan Simpangkatis hadiri kegiatan nujuh hari di desa pinang sebatang

Simpangkatis- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Simpangkatis menunjukkan sisi humanisnya dalam pelayanan masyarakat. Kepala KUA Simpangkatis yang juga menjabat sebagai Ketua APRI Bangka Belitung, Romanza, S.H.I., turun langsung menghadiri peringatan nujuh hari wafatnya salah seorang warga di Desa Pinang Sebatang, Selasa (13/1/2026).

Kehadiran jajaran KUA ini merupakan upaya memperkuat silaturahmi dan menjaga kearifan lokal yang telah lama mengakar di tengah masyarakat Negeri Selawang Segantang.

Pantauan di lokasi, suasana haru dan khidmat menyelimuti kediaman almarhum. Romanza, yang hadir bersama stafnya, membaur bersama warga dalam lingkaran doa. Menurutnya, momentum ini adalah bentuk kepasrahan kolektif kepada Sang Pencipta sekaligus penghormatan terakhir bagi warga yang telah berpulang.

"Setiap lantunan doa yang kita panjatkan hari ini adalah harapan agar almarhum memperoleh ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Bagi keluarga, kehadiran kita semua diharapkan bisa menjadi pelipur lara dan penguat kesabaran," ujar Romanza usai kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga tradisi keagamaan seperti nujuh hari. Menurutnya, tradisi ini mengandung nilai-nilai religius, sosial, dan budaya yang menjadi perekat kerukunan antarwarga.

"Ini adalah kearifan lokal yang luar biasa. Melalui doa bersama, nilai-nilai persaudaraan tetap terjaga. KUA tidak hanya hadir untuk urusan administratif di kantor, tapi harus hadir di setiap fase kehidupan masyarakat, baik dalam suka maupun duka," tegasnya.

Kehadiran KUA dalam kegiatan sosial-keagamaan merupakan bagian dari program pembinaan masyarakat. Hal ini menegaskan komitmen Kementerian Agama melalui unit terkecilnya di kecamatan untuk terus memberikan pelayanan yang menyentuh langsung aspek emosional dan spiritual warga.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menumbuhkan rasa kepedulian sosial yang tinggi di wilayah Simpangkatis, sehingga keharmonisan kehidupan bermasyarakat tetap kokoh di tengah arus modernisasi. (es/umm)

LINK TERKAIT