
Foto bersama setelah kegiatan Bimwin usai digelar
Foto bersama setelah kegiatan Bimwin usai digelar
Simpangkatis- Dalam rangka menciptakan kehidupan rumah tangga yang harmonis, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Simpangkatis kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi 11 pasangan calon pengantin (catin). Kegiatan ini dipusatkan di Aula Pertemuan KUA Simpangkatis, pada Selasa (3/2/2026).
Dalam Bimwin kali ini, Nazarudin dan Ilmi Nurul Soleha selaku pemateri memberikan terobosan baru dalam paparan yang tidak hanya membedah tuntas konsep fondasi keluarga sakinah melainkan menerapkan metode berbasis pengalaman (experiential learning) melalui permainan interaktif.
"Kami ingin para catin merasakan langsung bagaimana sulitnya berkomunikasi jika ego diutamakan. Permainan ini adalah simulasi pembagian peran dan kerja sama tim yang akan mereka hadapi setiap hari di rumah tangga nanti," ujar Ilmi bersama Nazarudin.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ahmad Fauzi yang menitikberatkan pada aspek spiritual. Ia mengupas makna mendalam di balik kalimat thayyibah yang diucapkan saat akad nikah serta pentingnya menjaga lisan dan kekuatan doa dalam keseharian berumah tangga.
Kegiatan ini juga menyentuh sisi psikologis catin dengan menggandeng Bidan Sulastri, A.Md.Keb dari UPTD Puskesmas Simpangkatis yang memaparkan materi mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan keluarga. Penjelasan mencakup pemahaman organ reproduksi, perencanaan keluarga, kesiapan fisik dan mental sebelum menikah, hingga upaya menjaga kesehatan keluarga setelah pernikahan.
Sementara itu, Kepala KUA Simpangkatis, Romanza memberikan kuliah penutup mengenai dinamika konflik. Ia menggarisbawahi bahwa mayoritas kasus perceraian berawal dari ketidakmampuan pasangan dalam mengelola emosi dan tutur kata.
"Ilmu tentang kalimat thayyibah yang disampaikan Ustaz Ahmad Fauzi sebelumnya bukan sekadar pajangan saat akad. Itu adalah fondasi tutur kata. Di sesi saya, kami menekankan bahwa saling menghormati adalah kunci utama. Jangan sampai masalah kecil meledak hanya karena komunikasi yang buntu," tegas Romanza.
Kegiatan yang diakhiri dengan pembagian sertifikat dan foto bersama. Bimwin ini diharapkan menjadi bekal nyata bagi para pasangan. KUA Simpangkatis berkomitmen bahwa bimbingan ini adalah bentuk layanan negara untuk memastikan setiap pernikahan di wilayahnya memiliki pondasi sakinah, mawaddah, dan rahmah yang kuat, bukan sekadar sah di atas kertas. (es/umm)