
Kepala KUA Pangkalanbaru pantau langsung pelaksanaan program GEMPITA
Kepala KUA Pangkalanbaru pantau langsung pelaksanaan program GEMPITA
Pangkalanbaru- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkalanbaru melakukan terobosan dalam pengelolaan dokumen negara melalui peluncuran program Gempita (Gerakan Merapikan Arsip Pernikahan Tanpa Pamrih). Program ini menjadi bukti nyata komitmen KUA Pangkalanbaru dalam meningkatkan tertib administrasi serta kualitas layanan publik bagi masyarakat, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan ini dipantau dan dipandu langsung oleh Kepala KUA Pangkalanbaru, Muhammad Ahyarudin, S.Ag. Dalam keterangannya, ia memaparkan bahwa esensi dari program Gempita adalah melakukan penataan ulang seluruh arsip pernikahan secara sistematis dan terorganisir.
"Melalui Gempita, kami menata kembali arsip-arsip agar kedepannya lebih mudah diakses, terjamin keamanannya, dan terpelihara dengan baik. Ini adalah langkah preventif agar data masyarakat tetap utuh dan rapi," ujar Ahyarudin.
Ahyarudin menegaskan bahwa pelayanan prima tidak hanya terbatas pada interaksi langsung dengan masyarakat di loket pelayanan, tetapi juga mencakup tata kelola administrasi internal yang mumpuni, mencakup aksebilitas, akuntabilitas, dan integritas.
Lebih lanjut, Ahyarudin menjelaskan, KUA Pangkalanbaru memiliki visi bahwa pelayanan prima harus menyentuh dua sisi, internal dan eksternal. Menurutnya, layanan kepada masyarakat tidak akan maksimal jika tata kelola administrasinya masih berantakan.
"Lembaga yang sukses adalah yang mampu melihat aspek internal dan eksternal sebagai satu kesatuan sistem. Kami tidak hanya fokus pada pelayanan di garda depan, tapi juga membenahi dapur administrasinya," jelasnya.
Dampak langsung dari program ini diharapkan dapat dirasakan masyarakat saat membutuhkan layanan yang berkaitan dengan data lama, seperti legalisir dokumen atau penerbitan duplikat buku nikah. Dengan arsip yang tertata, proses pencarian data yang biasanya memakan waktu lama kini bisa dilakukan dengan jauh lebih cepat.
Melalui program Gempita, KUA Pangkalanbaru optimis dapat memberikan pelayanan yang lebih profesional dan berkelanjutan. Penataan arsip yang baik diharapkan dapat mendukung transformasi digital kementerian agama di tingkat kecamatan yang menjadi fondasi utama dalam akurasi data digital (Simkah).
Dan dengan semangat Tanpa Pamrih, seluruh jajaran KUA Pangkalanbaru berkomitmen menjadikan tertib arsip sebagai budaya kerja baru demi kenyamanan dan kepuasan masyarakat luas. (umm)