
KUA Sungaiselan gelar rakor intensif, siap luncurkan dua program binaan baru
KUA Sungaiselan gelar rakor intensif, siap luncurkan dua program binaan baru
Sungaiselan- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungaiselan bersiap melakukan lompatan inovasi di tahun 2026. Melalui rapat koordinasi (rakor) lanjutan yang digelar intensif, KUA Sungaiselan resmi menyepakati peluncuran dua program unggulan baru, yakni SAMARA (Sama-sama Mengajar Warga) dan KAWAN (Komitmen Agama untuk Warga Binaan).
Dua program ini dirancang sebagai bentuk nyata transformasi layanan Kementerian Agama yang lebih menyentuh akar rumput dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Kepala KUA Sungaiselan, Suprin, menjelaskan bahwa program SAMARA akan menjadi motor penggerak literasi agama di tingkat desa. Dalam teknisnya, KUA akan menerjunkan satu hingga dua orang pengajar atau penyuluh agama Islam secara langsung ke majelis-majelis taklim binaan.
"Melalui SAMARA, kami tidak hanya menunggu di kantor, tetapi jemput bola melakukan pendampingan kepada masyarakat mengenai layanan keagamaan secara komprehensif," ujar Suprin di sela-sela rapat koordinasi yang diikuti oleh seluruh jajaran staf KUA, Selasa (20/1/2026).
"Para penyuluh akan mengajar mulai dari Fiqh untuk memperbaiki tata cara ibadah, Tauhid untuk memperkuat akidah, hingga bimbingan Mengaji Al-Qur'an. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjalankan rutinitas, tapi paham esensi hukum dan landasan agamanya," tandasnya.
Sementara itu, program KAWAN menjadi terobosan sosial-religius yang menyasar warga binaan di Polsek Sungaiselan. Program ini menitikberatkan aspek psikis dan perilaku melalui pembinaan akhlak, pembentukan karakter, dan penguatan mental narapidana agar memiliki bekal spiritual yang kuat saat kembali ke masyarakat.
Untuk menyukseskan program ini, KUA Sungaiselan akan bersinergi lintas sektoral dengan menggandeng jajaran Polsek setempat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), hingga Kemenkumham.
Rakor yang berlangsung khidmat di Aula KUA tersebut menjadi wadah bagi seluruh staf untuk bertukar ide. Suprin menekankan bahwa inovasi adalah kunci agar KUA tetap relevan di tengah laju perkembangan zaman yang semakin cepat.
"KUA Sungaiselan harus terus bergerak maju. Program ini adalah bukti nyata dukungan kita terhadap visi Kemenag yang berdampak. Kita dituntut untuk berdaya saing dan konsisten membawa perubahan positif setiap tahunnya," tegas Suprin.
Ia juga berharap seluruh jajaran memiliki komitmen tinggi dalam mengawal program ini agar tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan menjadi solusi nyata atas kebutuhan bimbingan keagamaan di wilayah Sungaiselan.
Langkah aktif KUA Sungaiselan ini diharapkan mampu memperkuat posisi KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang inklusif. Dengan adanya program SAMARA dan KAWAN, diharapkan tingkat pemahaman agama masyarakat meningkat dan proses reintegrasi sosial bagi warga binaan dapat berjalan lebih humanis melalui pendekatan koridor agama. (umm)