
Foto bersama pasangan Catin setelah kegiatan Bimwin usai dilaksanakan
Foto bersama pasangan Catin setelah kegiatan Bimwin usai dilaksanakan
Lubuk Besar- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Besar menggelar program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diikuti oleh sembilan pasangan calon pengantin (catin) di Aula KUA Lubuk Besar, Bangka Tengah. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dini terhadap tingginya angka keretakan rumah tangga yang dipicu oleh faktor komunikasi.
Kepala KUA Lubuk Besar, Rahmad Fadila, S.Fil.I., sekaligus bertindak sebagai pemateri utama, menyoroti bahwa banyak pasangan muda terjebak dalam konflik karena kurangnya pemahaman dalam mengelola emosi dan pola komunikasi.
"Kunci utama keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah itu ada pada komunikasi. Selanjutnya, hal itu harus didukung oleh pemahaman kesehatan reproduksi, perencanaan hidup, hingga pengelolaan keuangan," ujar Rahmad dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).
Dalam paparannya, Rahmad menekankan bahwa membangun rumah tangga tidak cukup hanya dengan kesiapan finansial. Ia menyebut, sikap saling menghormati dan kemampuan mengendalikan emosi adalah instrumen vital untuk mencegah terjadinya perceraian.
Menurutnya, banyak kasus rumah tangga berakhir di meja hijau bukan karena persoalan besar, melainkan akumulasi dari sumbatan komunikasi yang tidak terselesaikan antara suami dan istri.
Selain aspek psikologis, bimbingan ini juga membekali para catin dengan materi strategis lainnya. Para peserta diajak melakukan simulasi perencanaan matang untuk sepuluh tahun ke depan. Hal ini mencakup, kesehatan reproduksi mengenai kesiapan fisik bagi pasangan, manajemen finansial sebagai strategi pengelolaan keuangan rumah tangga, dan visi keluarga guna menyelaraskan tujuan jangka panjang rumah tangga.
Meski bermaterikan topik yang serius, suasana bimbingan berlangsung dinamis. Antusiasme peserta memuncak saat sesi ice breaking Tepuk Sakinah dilakukan secara bersama-sama untuk mencairkan suasana.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat bimbingan perkawinan dan sesi foto bersama. Rahmad berharap program ini terus menjadi pilar pembinaan bagi masyarakat luas, selaras dengan semangat transformasi Kementerian Agama. Hal ini sejalan dengan tagline Kemenag Berdampak, KUA Lubuk Besar berupaya agar kehadirannya tidak hanya dirasakan saat pencatatan nikah secara administratif, tetapi juga hadir sebagai mentor kehidupan bagi masyarakat. (umm)