BKKBN JADI PEMATERI PERDANA DI BIMWIN ANGKATAN I KUA KECAMATAN SIMPANGKATIS TAHUN 2026

KUA Simpangkatis sukses laksanakan Bimwin Angkatan I Tahun 2026

KUA Simpangkatis sukses laksanakan Bimwin Angkatan I Tahun 2026

Simpangkatis- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Simpangkatis resmi memulai rangkaian Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan I Tahun 2026. Dalam pembukaan perdana ini, KUA Simpangkatis menggandeng Tim BKKBN Kecamatan Simpangkatis sebagai mitra strategis untuk membekali para calon pengantin (catin) sebelum memasuki bahtera rumah tangga, Rabu (14/1/2026).

Kepala KUA Simpangkatis sekaligus Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Bangka Belitung, Romanza, S.H.I, menegaskan bahwa Bimwin bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kewajiban fundamental.

"Bimwin adalah bekal awal yang wajib diikuti. Kami ingin para calon pengantin memiliki kesiapan yang matang sebelum membangun bahtera rumah tangga," ujar Romanza dalam sambutannya di hadapan para peserta.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas instansi. Romanza berharap kolaborasi dengan BKKBN dapat terus berlanjut untuk memberikan pendampingan yang komprehensif bagi masyarakat Simpangkatis.

Materi pembuka dipandu langsung oleh tim BKKBN di bawah komando Nur Ningrum Asih, S.I.Kom. Tim ini membedah berbagai aspek krusial dalam perencanaan keluarga, mulai dari kesiapan psikologis membangun rumah tangga, pentingnya kesehatan reproduksi, dan penguatan peran suami-istri dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan berketahanan.

Suasana semakin meriah saat sesi kedua yang dibawakan oleh kolaborasi Tim KUA Simpangkatis, Ilmi Nurul Soleha, S.I.Kom dan Nazarudin. Dengan tema Pondasi Keluarga Sakinah. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan edukatif, salah satunya Tepuk Sakinah. Permainan ini dirancang khusus untuk membantu catin mengenal lebih dalam karakter pasangan serta memahami dinamika peran dalam rumah tangga agar tercipta keharmonisan.

Sebagai penutup rangkaian materi, Romanza kembali turun tangan memberikan pembekalan langsung terkait mitigasi konflik. Ia memaparkan faktor-faktor pemicu pertengkaran hingga penyebab perceraian yang sering terjadi di masyarakat.

"Kuncinya adalah komunikasi sehat, pengendalian emosi, dan sikap saling menghargai. Ini adalah langkah preventif agar keutuhan keluarga tetap terjaga," pesannya kepada para peserta.

Melalui kegiatan ini, KUA Simpangkatis berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pembinaan yang kolaboratif guna memastikan setiap pasangan yang menikah tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga siap secara mental, emosional, dan spiritual.

Dengan adanya Bimwin yang inovatif dan melibatkan berbagai ahli, diharapkan angka ketahanan keluarga di wilayah Simpangkatis semakin meningkat, menciptakan masyarakat yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. (es/umm)

LINK TERKAIT